Laporan Riset WALHI Jatim: Pencemaran Lingkungan PT. Greenfields Indonesia

Pada tahun 2022 kami melakukan riset dan kampanye untuk mendukung jaringan warga Blitar yang terkena dampak pencemaran limbah peternakan PT. Greenfields. Laporan riset hanya sekelumit cerita yang menggambarkan betapa pengawasan lingkungan, keterbukaan informasi, penindakan hingga partisipasi warga dalam kasus lingkungan masih minim, serta bagaimana lambannya pemerintah dalam menangani kasus ini. Read more…

Catatan Kritis Hari Tani Nasional: Revisi Rencana Tata Ruang di Jawa Timur Mendorong Kerawanan Pangan

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu wilayah lumbung pangan di Pulau Jawa, merujuk pada siaran resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pada tahun 2022 yang mencapai 1,69 juta hektare untuk komoditas pangan seperti padi. Tetapi menurut keterangan dari pihak Pemprov Jawa Timur jumlah luasan ini mengalami penurunan jika dibandingkan Read more…

Dampak Pandemi pada Agrikultur

BEM FTP UB, Walhi Jawa Timur dan KPA Jawa Timur Sektor agrikultur adalah salah satu sektor yang terdampak selama masa pandemi Covid-19. Permasalahan utama yang mulai muncul adalah diskusrsus ketahanan pangan, sampai adanya harga kebutuhan pokok yang tidak stabil, lalu integrasi sistem pasar dan alur distribusi bahan pangan yang sulit selama pandemi, Read more…

“Mendiami Negeri Yang Tak Layak Huni” – Catatan Lingkungan Hidup Jawa Timur 2016

Seorang ekolog radikal, Murray Bookchin, mengatakan bahwa krisis sosial-ekologis yang terjadi saat ini, berakar dari adanya dominasi manusia yang satu terhadap manusia yang lain. Dominasi ini selanjutnya menjadi faktor utama dalam melahirkan suatu bentuk dominasi manusia terhadap alam. Menurutnya, dua faktor kunci utama yang mendorong lahirnya dominasi tersebut, disebabkan karena Read more…

PENGUMUMAN SEKOLAH EKOLOGI

Daftar Peserta Lolos Seleksi SEKOLAH EKOLOGI ANGKATAN I Wahana Lingkungan Hidup – Jawa Timur Surabaya, 9-11 Desember 2016   Fictor Ferdinand (Sidoarjo) Alton Phinadita Prianto (Sidoarjo) Faris Widiyatmoko (Sidoarjo) Achmad Setiawan (Gresik) Andi Mappatunru (Surabaya) Riece Marta Diana (Surabaya) Marliana Eka Fauzia (Surabaya) Wildan (Surabaya) Ika Ningtyas Unggraini (Banyuwangi) Nurlela Read more…

Bupati Emil Ingin Alih Fungsikan Sawah di Perkotaan

Madiunpos.com, TRENGGALEK – Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Trenggalek saat ini dinilai tidak relevan dengan kondisi dan perkembangan kebutuhan tata ruang wilayah, khususnya di perkotaan. Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak di Trenggalek, Sabtu (4/6/2016). “Ada urgensi untuk me-review perda mengenai rencana tata ruang wilayah di Trenggalek,” Read more…

Sawah Tengah Kota di Trenggalek Terancam Hilang

KBR, Trenggalek – Lahan persawahan di tengah kota di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terancam hilang. Pasalnya, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Daedak berencana mengalihfungsikan areal sawah di tengah kota menjadi ruang terbuka hijau ataupun fasilitas publik lain, yang mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini. Ia pun menganggap, areal sawah Read more…

Lahan Pertanian di Kota Madiun Menyusut

Madiun (Antara Jatim) – Luas lahan pertanian di Kota Madiun, Jawa Timur, terus menyusut akibat alih fungsi lahan yang digunakan untuk bangunan perumahan dan pertokoan. Wali Kota Madiun Bambang Irianto, di Madiun, Rabu, mengatakan, setiap tahun diperkirakan luas lahan pertanian di Kota Madiun berkurang 5 hingga 10 persen. “Memang, lahan Read more…

Quo Vadis Pertanian DAS Brantas?

Catatan Hari Keempat Susur Brantas I sahabatsungai.or.id – Brantas adalah sungai yang unik, untuk mengalir ke Laut Jawa (Selat Madura) saja dari mata airnya di kawasan Batu dia harus berkeliling sejauh 320 km mulai Kota Batu, Malang, Blitar, Tulung Agung, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, sebelum kemudian terpecah ke arah Sidoarjo dan Surabaya untuk menuju ke Laut Jawa (Selat Madura). Meskipun sebetulnya dari kawasan Malang kalau aliran sungai ini bergerak ke arah utara di Sidoarjo, ia akan lebih cepat mencapai lautan. Tampaknya sungai ini telah ditakdirkan untuk menghidupi ± 14 juta jiwa penduduk Jawa Timur, terutama bagi pengembangan salah satu kebutuhan utama kehidupan: pangan. (more…)