WALHI Jawa Timur dan XTGT Crew Jombang berkolaborasi membuat karya seni “graffiti” bertemakan “Kesedihan Orang Hutan dan Penyu,” sebagai sebuah pesan kepada semua warga Jawa Timur di hari bumi. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari bumi serentak bertemakan “Sister Place for Earth” yang dilaksanakan pada Jumat, 26 April 2024 dan Sabtu, 27 April 2024 di Jombang, Jawa Timur.

Seni graffiti yang terpampang di tembok bergambar orang utan dan penyu ini, terlebih dahulu meminta izin dari pemilik tembok. Gambar ini dilukiskan oleh 14 orang, di mana ada keterlibatan perempuan selama prosesnya. Gambar ini merupakan ekspresi dari keresahan mereka, kala melihat banyak kerusakan yang hadir di sekitar mereka.

Sampah berceceran di mana-mana, sungai-sungai tak lagi jernih, dan polusi ada di setiap titik, baik di kota-kota besar seperti Surabaya bahkan Jombang. Saat ini kita banyak melihat kerusakan lingkungan, mungkin yang paling terlihat adalah orang utan dan penyu yang semakin berkurang populasinya.

Orang utan terancam karena deforestasi, banyak hutan yang rusak akibat sawit dan tambang. Begitu juga penyu, selain diburu, ekosistmenya kian rusak akibat semakin memburuknya laut dan pesisir, karena alih fungsi ruang, tambang hingga sampah.

Bahkan mungkin kita hari ini tengah terancam, hutan di Jawa Timur semakin berkurang, sepanjang 2014-2017 sekitar 700.000 hektar hutan di Jawa Timur hilang. Lalu, pada tahun 2018 ada sekitar 8.886 hektar, lalu meningkat menjadi 10.508 hektar pada tahun 2019. Terakhir pada tahun 2023 sekitar sementara 5000 hektar hutan telah hilang. Begitu juga kondisi mangrove di Jawa Timur, hampir 198.000 dalam kondisi rusak. Bahkan kerusakan mangrove ini menandakan rusaknya kawasan pesisir Jawa Timur.

Kondisi ini adalah sebuah pertanda bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja. Kualitas dan kuantitas air semakin menurun, pangan semakin sulit bahkan kini kian mahal, dan krisis iklim adalah pemandangan sehari-hari yang harus diterima. Kian hari kita tengah berada di situasi sulit, kehidupan umat manusia tengah terancam.

Bayangkan, saat ini saja kita sudah sulit menjumpai kupu-kupu di halaman rumah. Kunang-kunang juga semakin langka, bahkan hanya bisa kita temui di kanal elektronik. Burung-burung juga sudah sulit untuk dijumpai, kicauan mereka semakin jarang. Mungkin 10 tahun lagi, kita akan kesulitan menemukan mereka.

Krisis iklim semakin menjadi-jadi, kerusakan demi kerusakan semakin nampak. Bencana sudah di depan mata. Memang sudah saatnya bergerak bersama untuk menyelamatkan bumi. Karena tidak ada jalan lainnya. Sebab, tidak ada planet bumi kedua.

Kami dari WALHI Jawa Timur dan XTGT Crew Jombang ingin menyampaikan melalui ilustrasi graffiti ini sebagai sebuah pengingat kepada kita semua, bahwa menjaga alam untuk keberlanjutan bumi sangat penting. Perlu ada perubahan signifikan dalam cara hidup kita, tentu dengan mengingat kembali bahwa kita tidak hidup sendirian.

Satwa, tumbuhan dan segala mahkluk hidup dalam satu kesatuan ekosistem punya hak, tidak hanya manusia saja. Mereka tidak bisa bersuara, namun turut merusakan apa yang telah kita perbuat. Sudah saatnya kita memperbaiki kembali hubungan kita dengan alam, dengan mendorong kehidupan yang berkelanjutan, demi masa depan bumi yang lebih baik, khususnya di Jawa Timur, Indonesia.

Contact Person

Lila Puspitaningrum (Koordinator Kampanye WALHI Jawa Timur)

Lilawalhijatim@walhi.or.id


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *