Pada peringatan hari tani ini, Rukun Tani Sumberejo Pakel akan mengadakan peringatan di kampungnya yakni Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Karena bertepatan dengan 24 September ini, tiga tahun yang lalu Rukun Tani Sumberejo Pakel hidup kembali dan melakukan reklaiming atas hak yang telah dirampas melalui pemberian HGU kepada korporasi perkebunan.

Perjuangan Rukun Tani Sumberejo Pakel adalah upaya konstitusional, karena mereka mencoba mendapatkan hak atas tanahnya kembali. Karena sampai hari ini banyak warga Pakel terutama yang tergabung dalam Rukun Tani merupakan tunakisma, petani penyakap (sewa), buruh tani dan buruh kebun. Karena wilayah desanya defisit lahan akibat ada dua konsesi besar, pertama hampir 50% wilayah Pakel adalah konsesi kehutanan Perhutani, 20% muncul secara sepihak HGU PT. Bumisari dan sisanya 30% merupakan kawasan dikuasai desa secara sah, termasuk lahan pertanian, fasilitas umum dan sosial serta permukiman.

20% lahan yang dikuasai oleh HGU merupakan bentuk lain dari praktik tidak transparan dan abai atas kondisi sosial ekonomi wilayah, karena sejak awal tertutup dan tidak melibatkan banyak orang serta melupakan faktor ketimpangan penguasaan lahan. Tidak logis jika HGU diperikan pada perusahaan di tengah banyak warganya yang tidak bertanah, serta bentuk kelalaian yang berujung pada tidak terpenuhinya hak atas tanah petani.

Disamping itu akibat hal tersebut telah memunculkan konflik hingga saat ini. Rukun Tani menuntut lahan yang diklaim perkebunan dikembalikan lagi ke Desa Pakel agar dapat dimanfaatkan warga yang tergabung dalam Rukun Tani. Karena akar muasal konflik ini adalah pemberian HGU yang tidak peka terhadap kondisi faktual rakyat.

Upaya demi upaya telah dilakukan, dari ke pemerintah pusat sampai daerah tapi hingga saat ini tak kunjung ada jalan. Apalagi angka kriminalisasi terus meningkat, saat ini ada 3 warga yang diseret ke meja hijau menggunakan tuduhan pembuat kerusuhan, lalu pemanggilan kepolisian ada sekitar 10 warga, sampai intimidasi dan kekerasan juga kerap dialami warga. Situasi demikian meningkat setelah ada upaya mendorong penyelesaian konflik ke ATR/BPN melalui skema konflik agraria.

Sebagai bentuk dukungan tentu ada beragam cara mendukung perjuangan para petani dalam memperjuangkan hak atas tanahnya. Bertepatan dengan Hari Tani 2023 di bulan September ini, kami menerbitkan zine sebagai medium untuk memperluas informasi dan dukungan kepada para petani Pakel, Banyuwangi.

Bantu kami menyebarluaskan zine ini.

Unduh: bit.ly/ZineHariTani2023

#HariTani2023
#RebutKembaliPakel
#BebaskanTigaPetaniPakel

 

 

 


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *