Mungkin sudah banyak musisi skena indie yang menuliskan syair-syair perlawanan atau sebuah ajakan untuk mempertahankan ruang hidup. Dari instrumen akustik, kalem nan syahdu sampai beat-beat kencang penuh distorsi. Sebut saja musisi seperti Nostress, Efek Rumah Kaca, Sisir Tanah/Bagus Dwi Danto, sampai musisi legenda beraliran hip hop seperti Morgue Vanguard atau lebih dikenal Homicide. Pada sisi lain, mulai merebaknya subkultur dengan tumbuh kembangnya skena-skena solidaritas, bermekaran pula musisi alternatif yang menjadi langganan kala panggung seni digelar, seperti Tanasaghara yang populer dengan lagu berjudul “Nyanyian Gagak.”

Tetapi dalam playlist atau kumpulan lagu yang akan kami sodorkan mungkin akan cukup familiar ditelingga generasi menjelang senja usia atau yang tinggal di perdesaan. Lagu-lagu ini akan lebih banyak bergenre dangdut, pop lawas dan qasidah. Beberapa mungkin akan sering kita dengarkan di warung-warung makan atau kopi, sampai hajatan-hajatan ketika senja menjelang alias sebelum waktu magrib tiba. Tanpa disadari lagu-lagu ini mengusung tema lingkungan hidup atau sekelumit persoalan tentang ruang hidup.

Mereka mencoba bercerita tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mengenai kekhawatiran, ketakutan sampai pesan-pesan mengapa penting menjaga lingkungan. Sebab berbicara lingkungan berarti berkaitan dengan masa depan kehidupan, khususnya masa depan generasi yang akan datang. Berikut ini adalah lagu-lagu bertema lingkungan yang akan menjadi teman dalam perjuangan dalam mempertahankan ruang hidup dalam ancaman perampasan dan kehancuran. (Dengarkan lagunya di Playlist Menyelamatkan Lingkungan).

  1. Nasida Ria- Lingkungan Hidup

Grub musik qasidah legendaris asal semarang ini tanpa disadari mengusung lagu-lagu bertema lingkungan hidup, mungkin kita familiar dengan lagu berjudul “Tahun 2000” yang viral beberapa waktu lalu. Lagu tersebut berkisah tentang transformasi lingkungan karena pembangunan yang masif dan kritik atas modernisme. Tetapi pada lagu yang akan kami masukkan dalam playlist ini yakni berjudul “Lingkungan Hidup” lebih banyak berisi pesan mengapa perlu dan sangat perlu menjaga lingkungan hidup terutama pada tempat yang kita tinggali. Berikut lirik lagunya:

Air mengalir jernih
Udara segar bersih
Hewan terlindung
Tanam-tanaman subur

  1. Iwan Fals- Pohon untuk Kehidupan

Musisi satu ini tidak perlu diperkenalkan lagi, semua orang sudah hafal lagu-lagunya di luar kepala. Lagu-lagunya sangat beragam dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari baik mereka yang berjibaku dengan riuhnya jalanan perkotaan maupun belepotan dengan lumpur-lumpur sawah. Lagu Iwan Fals berjudul “Pohon untuk Kehidupan,” adalah sebuah ajakan untuk merawat lingkungan hidup, sebagai bagian yang tergantikan dari kata ‘menjaga.’ Aransemen lagu ini sangat unik perpaduan sentuhan rock, perkusi dan alunan piano disertai bunyi hewan-hewan di hutan, dipadukan dengan lirik mudah dan mengena, maka tidak salah lagu ini bisa menjadi alternatif renungan “mengapa lingkungan itu penting.”

Tentram damai

Hidup rukun saling percaya

Hijau rindang sekitar kita

Andai esok kiamat tiba

Tanam pohon jangan di tunda

Terus tanam jangan berhenti
Alam lestari

Hidup tak bakal berhenti

  1. Rhoma Irama- Malapetaka

Musisi yang dikenal dengan raja dangdut ini memang memiliki seabrek lagu bertema sosial, politik, kemiskinan sampai lingkungan hidup. Lagunya sangat ringan ditambah aransemen dangdut yang dipadukan dengan musik rock 80’s, nuansa musik Deep Purple sampai Led Zeppelin cukup kental dalam lagu-lagunya tak terkecuali lagu berjudul “Malapetaka.” Liriknya tajam sekaligus mengajak manusia berefleksi, mengapa terjadi bencana dan siapa yang bertanggung jawab, serta sebuah sugesti untuk kembali beriman yang berarti mau bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

Tiap malapetaka…
Di dalam dunia…
Semua itu karena…
Ulah manusia…
Mengapa banjir melanda
Membawa bencana
Mengapa badai melanda
Membawa bencana
Tanyakan dirimu

  1. Reni Farida- Tumpang Pitu Menangis

Salah orang diva dangdut yang populer dari ujung timur pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berani menyanyikan lagu berjudul Tumpang Pitu Menangis. Sebuah lagu bergenre dangdut yang berisi keresahan mengenai pertambangan yang terjadi di Tumpang Pitu, Banyuwangi. Pesan ajakan untuk melawan perusakan gunung Tumpang Pitu dari eksploitasi tambang emas,

Ujung timur Pulau Jawa Banyuwangi Selatan

Miris nasib Gunung Tumpang Pitu akan dihancurkan

Gunung penyangga pantai selatan dari air bah dan angin topan

Tercipta untuk keseimbangan hidup berdampingan manusia dan alam

Oleh tangan manusia  yang melampaui batas

Tak memperdulikan alam benci  murka pada kita bencana pun datang.

  1. Cak Shodiq Monata- Porong Ajur

Cak Shodiq adalah salah satu legenda dangdut koplo, bersama grup musiknya bersama Monata pernah mempolurekan lagu berjudul “Porong Ajur” ciptaan Tawi Mblebes. Lagu ini mengisahkan salah satu daerah bernama Porong yang porak-poranda karena direndam Lumpur Lapindo. Aransemen energik, lirik yang mudah dimengerti, membawa kita akan menyelami sebuah dongeng mengenai hancurnya sebuah daerah, fenomena sosial akibatnya seperti persoalan kehilangan rumah sampai siapa yang bertanggung jawab atas bencana Lumpur Lapindo. Tentu lagu Porong Ajur ini menjadi jawaban atas Tumpang Pitu menangis, betapa bencana industri ekstraktif itu mengerikan.

Mangan sabendino ngenteni kiriiimaaann.
lumpur panas lapindo sing dadekno kisruh
uripe wong porong mung kari separo
gonjang ganjing dadine
kabeh ngrasakake mergo lumpur
terus nyembur kono keneeee

  1. Frankie&Jane- Bencana

Sebagai penutup, lagu terakhir ini adalah tembang lawas terbaik yang dibawakan oleh musisi legendaris Indonesia Frankie dan Jane Sahilatua. Frankie Sahilatua sendiri adalah musisi progresif yang turut terlibat dalam gerakan sosial. Meski dikenal dengan lagu romantiknya, Frankie dan Jane memiliki beberapa lagu yang isinya sarat kritik dan ajakan untuk berefleksi. Lagu berjudul “Bencana” ini adalah salah satu lagu yang kental sentuhan musik mungkin lebih dekat dengan folk, terasa sangat syahdu dan menentramkan, tetapi bikin kita mikir, tentu sudah seharusnya manusia itu melindungi alam untuk mencegah bencana.

Manusia tlah berubah

Memaksakan kebutuhan hidupnya

Minyak minyak perut bumi dikuras

Hutan hutan ditebang… oohh

Keseimbangan bumi terganggu

Cuaca kini berubah ekstrim

Panas semakin panas di bumi

Dingin semakin dingin

 

 

 


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *